www.tabikpun.com, LAMPUNG TENGAH- Puluhan warga dari Desa Buyut Ilir dan Buyut Udik, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) meminta kepada pihak rekanan yang mengerjakan proyek jalan sepanjang 2500 Meter di jalur penghubung Gunung Sugih- Kota Gajah, untuk dapat menyesuaikan volume dan memperhatikan kwalitas.
Pasalnya, Pengerjaan jalan tersebut disinyalir asal asalan dan terkesan asal jadi, pasalnya jalan yang berlubang yang akan diperbaiki sebelumnya tidak dikeruk terlebih dahulu. Selain itu juga aspal yang dihamparkan tidak di gilas menggunakan alat berat/ tidak di wales.
Din, salah seorang warga buyut ini menuturkan, bahwa dalam pengerjaan proyek jalan yang ada dikampung tersebut terbilang sembarangan.
“Jangan asal-asalan dong. Kami minta, pihak pemborong dapat mengerjakan proyek jalan ini sesuai dengan RAB dan Besteknya,”ujarnya.
Hal senada juga dilontarkan sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya itu, mereka mengancam, masyarakat akan menghentikan pengerjaan proyek jalan tersebut Jika tidak diindahkan permintaan masyarakat ini, terpaksa kami (masyarakat-red) akan menhentikan pengerjaan proyek jalan ini untuk sementara,”tegasnya.
Mereka menambahkan, didalam pengerjaan proyek jalan ini juga, pihak rekanan melibatkan beberapa anggota TNI sebagai pengawas.
“Pengerjaan proyek jalan ini dijaga oleh tiga personil anggota TNI,”terangnya.
Sementara saat dimintai keterangan, Winarno salah satu pengawas proyek dari unsur TNI ini mengatakan, bahwa mereka hanya diperintah untuk mengamankan proyek jalan ini dari gangguan masyarakat yang menghentikan pekerjaan tersebut.
“Saya tidak tahu nama PT/CV rekanannya. Pekerjaan ini tinggal perawatan garansi saja. Kami hanya disuruh dari dinas PU provinsi. Yang tau persis didalam proyek jalan ini Pak Beni,”ungkapnya.
(Pewarta: Mozes)















Add Comment