LAMPUNG TENGAH– Pembangunan jalan aspal lapis penetrasi (lapen) Di Kampung Mojopahit kecamatan Punggur Lampung Tengah diduga bermasalah. Pengerjaan Jalan yang menggunakan dana Alokasi Dana Desa (ADD) itu membuat wakil Bupati Lamteng Geram, pasalnya dinilai kwalitasnya sangat buruk.
Hal tersebut diutarankan dan diluapkan Wakil Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto saat menegur Kepala Kampung setempat saat inspeksi mendadak kelokasi, sekitar pukul 14:09 WIB, selasa (8/8/2017).
Didampingi Herman selaku Camat Punggur dilokasi, menurut Loekman pembanguban jalan lapen itu sangat jelas tidak pas dalam penerapan, lantaran pasangan batu dan kontruksi bangunan tidak kokoh.
“sudah saya tegur dan saya berikan peringatan untuk kakam majapahit agar jalan lapen sepanjang 949 meter itu agar dibangun ulang dengan cara ditimpah batuan sesuai dengan ukurannya”, bebernya.
Ia menegaskan kepada kakam lain untuk berhati hati menggunakan Dana Desa yang dikucurkan dari Pemerintah, pasalnya, jika tidak memikirkan juklak juknis, kualitas dan tidak tepat sasaran, maka akan berhadapan dengan hukum.
Camat Punggur, Herman mengaku dirinya telah melayangkan surat peringatan kepada Kakam Sudirman dimaksud untuk dibongkar dan perbaikan, namun hingga tak digubris dan dibiarkan saja.
”Kami ini pihak kecamatan hanya sebatas memberikan pengarahan. Apabila salah ya kami bilang salah. Serta kami memberikan pemahaman kearah yang sesuai dengan aturan yang berlaku, yaitu sesuai APBK. Kalau seperti ini kami bingung. Dikasih tau yang betul kok malah tak menggubris”, ucapnya. (mozes).















Add Comment