Metro – Tak terbendung, amukan massa pendukung pasangan calon (paslon) yang tidak menerima hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Metro pecah di Lapangan 22 Hadimulyo Metro Pusat, Selasa (13/2/2018). Ratusan personil Polres Metro pun diterjunkan mengamankan amuk massa yang akan ngeluruk KPU setempat.
Usut punya usut, penampakan tersebut rupanya hanya rekonstruksi bentrokan yang mungkin terjadi pada Pilkada serentak 2018. Sebagai latihan simulasi sistem pengamanan (sispam) pemantapan kesiapsiagaan pengamanan Pilkada Serentak 2018 Polres Metro.
Simulasi diikuti ratusan personil Polres Metro dilaksanakan di Lapangan 22 Hadimulyo, Metro Pusat, yang dipimpin langsung Kepala Polres Metro Ajun Komisaris Besar Umi Fadilah Astutik.
“Latihan ini dilakukan guna menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi di Kota Metro bilamana terjadi gesekan antar pendukung. Dan anggota siap siaga,” ujarnya disela-sela menyaksikan latihan.
Adapun latihan, mensimulasikan adanya keributan di lokasi Kantor KPU oleh massa yang hendak memberikan hak suaranya. Personil Polres Metro dengan sikap siap mengamankan massa yang akan bertindak anarki.
“Simulasi ini juga untuk membuat personil Polres Metro yang terlibat pengamanan Pilkada serentak 2018, nantinya dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing,” imbuhnya.
Namun, pihaknya berharap, Pilgub di Kota Metro berjalan aman dan tertib tanpa ada gesekan. “Dan dalam penanganan, kami akan selalu mengedepankan persuasif untuk meredam timbulnya gejolak,” tambahnya.
Selain menerjunkan ratusan gabungan personil, sejumlah peralatan pendukung juga disiagakan. Yakni satu kompi pengendalian massa (Dalmas) Sabhara dengan pakaian lengkap. (Ap)















Add Comment