Metro News

Berkas Perijinan Taman Edukasi Metro Diduga Dimanipulasi dan Fiktif

Alamat objek Pengajuan IMB yang tidak sesuai dengan lokasi bangunan yang didirikan ( Ist)

METRO- Aneh bin Ajaib. Sim Salabim, dua isitilah ini pantas disematkan terkait dengan legalitas perijinan Taman Edukasi Metro. Mulai dari tanda tangan persetujuan dan pernyataan lingkungan (warga), Advis Camat, Surat Keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup terkait Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup ( UKL-UPL), hingga terbitnya IMB, semuanya penuh dengan kejanggalan dan diduga kuat memanipulasi data dan fiktif.

Ijin Lingkungan Misalnya, dari penelusuran tabikpun.com, tanda tangan warga untuk mengurus ijin IMB diduga tidak sesuai dengan peruntukannya. Beberapa sumber mengatakan, bahwa tanda tangan yang mengatasnamakan warga yang dipakai kepengurusan IMB tersebut merupakan satu kerabat kepemilikan tanah yang dijual kepada pihak Taman Edukasi. Sementara warga yang terdampak banjir di sekitar merasa tidak pernah menandatanginya. Selain itu, tanda tangan satu kerabat tersebut diduga kuat dimanipulasi untuk kepengurusan IMB agar berjalan mulus.

Hal yang mencengangkan informasi yang didapat, terdapat blangko kosong disodorkan kepada salah satu Pamong ( RT) untuk dimintai tanda tangan dengan alasan untuk kepengurusan balik nama sertifikat Tanah. Namun diduga kuat tanda tangan tersebut disalahgunakan untuk rekomendasi kepengurusan IMB. Yang lebih ironis lagi yaitu objek pengajuan ijin dalam berkas pengajuan tidak sesuai dengan lokasi yang dibangun. Seperti di dalam berkas formulir pengajuan permohonan IMB, dalam surat sangat jelas alamatnya Jalan tiram Iringmulyo Metro timur, sementara objek yang akan dibangun beralamatkan di jalan Gunung Lawu Yosorejo Metro Timur. Ini tentunya tidak sesuai dengan permohonan apa yang diusulkan pengembang Taman Edukasi, tetapi tetap saja IMB terbit.

Sementara itu, warga sekitar mengaku langganan banjir dirasakan sejak Taman edukasi berdiri, akibat penyempitan saluran air menjadi lebih kecil dari kondisi sebelumnya. Hal tersebut juga dibenarkan Lurah Yosorejo, Hendriawan. Ia menuturkan, dampak dirasakan warga saat air meluap sampai ke rumah warga hingga mencapai ketinggian 2 meter.

” Kejadian memuncak, terjadi pada Januari 2020 lalu, warga di lingkungan 009 RT 35 kelurahan Yosorejo kerap menjadi banjir, dipicu akibat bangunan taman edukasi yang berada di kelurahan Iringmulyo, di mana luas anak sungai yang semula 3 meter, kini menjadi 1,5 meter, akhirnya aliran anak sungai di belakangnya yang masih memiliki luas 3 meter tidak dapat mengalir dengan sempurna. ” Kata Hendriawan, Sabtu (11/9/2021) Kemarin.

Hendriawan juga tidak mengelak jika proses perizinan taman edukasi Metro diduga banyak Kejanggalan.

” Secara tidak langsung imbasnya ke saya juga, banyak media yang datang untuk menanyakan proses izin taman edukasi, dikarenakan separuh bangunan tersebut masuk diwilayah kelurahan Yosorejo. Dari berkas yang datang, dan sudah ditangani kepala dinas lingkungan hidup, camat, lurah, hingga warga, memang janggal semua, izin amdal lingkungan juga janggal, dan tidak sesuai antara lokasi bangunan dan alamatnya, entah gimana mereka ngeceknya sampai amdal lingkungan bisa terbit”, bebernya.

Dari hasil penelusuran berkas perijinan yang masuk, terdapat alamat taman edukasi tidak sesuai dengan alamat lokasi wisata yang diajukan. Dalam surat permohonan berada di jalan Tiram kelurahan Iringmulyo. Namun  faktanya bangunan itu berada di jalan gunung Lawu kelurahan Yosorejo, dan jalan brokoli kelurahan Iringmulyo. Tentu jarak lokasi tersebut sangat jauh yang diperkirakan sekitar 300 meter.

Surat Keterangan UKL-UPL yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup Metro. Alamat tidak sesuai dengan objek yang dibangun, namun ijin tetap diterbitkan ( Ist)

Misyawati (63) warga lingkungan 009 RT 35 kelurahan Yosorejo misalnya. Ia mengaku, kerugian kerap terjadi bisa musim hujan datang, saat aliran anak sungai meluap, di mana barang elektronik, dan kendaraan bermotor miliknya rusak, akibat luapan air dari anak sungai tersebut.

” Diperkirakan ada 30 rumah terdampak banjir akibat luapan air, anak sungai Batanghari, sudah berapa kali elektronik dan kendaraan bermotor kami rusak akibat banjir, sampai ada yang buat rumah panggung, untuk antisipasi kalo hujan deras turun, kami binggung harus gimana lagi. Setiap kali ada peninjauan, alasan banjir karena sampah, padahal bukan itu penyebabnya,” kata Misyawati saat dikonfirmasi, sembari menahan tangis.

Ia juga menyampaikan, di usia yang sudah tidak muda lagi, harus merasakan sakit akibat terendam banjir.

“Kalo banjir pada siang hari, kami bisa cepat menghindar ke tempat yang lebih tinggi dan aman, tapi bila malam, kami tidak tau sempat atau tidak, kami juga berharap pemerintah cepat menemukan solusi terkait ini, bukan hanya janji janji saya, Kota Metro bebas banjir.” Ucapnya.

Diketahui, dalam undang undang penataan tata ruang nomer 26 tahun 2007 tentang anak sungai, terdapat pidana bagi pelanggar, daerah aliran anak sungai, di mana setiap orang dengan sengaja, melakukan kegiatan kerusakan air dan prasarananya dan pencemaran air sebagai man dalam pasal 25 huruf b dan d, dan pasal 36, dapat dipidanakan paling lambat 3 (tiga) tahun, paling lama 9 ( sembilan) tahun, dengan denda paling sedikit Rp. 5 miliar dan paling banyak Rp. 15 miliar rupiah.

Sedangkan, bila mana sengaja melakukan kegiatan konstruksi prasarana sumber daya untuk kebutuhan usaha, tanpa izin seperti dimana pada pasal 40 ayat 3 (tiga) dapat dipidanakan 3 (tiga) tahun penjara, dengan denda Rp. 1 miliar hingga Rp. 5 miliar.

Kini Musim penghujan telah tiba,  tentu menjadi momok warga sekitar Bantaran anak Sungai Way Batang hari tepatnya di sekitar Taman Eduksi Metro untuk waspada dan antisipasi datangnya banjir. ( red)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: