Metro News

PWI Metro Dukung Polri Berantas Berita Hoax

Ketua PWI Kota Metro Rino Panduwinata dukung dan apresiasi kinerja polri memberantas penyebaran informasi hoax. (Red)

METRO – PWI Kota Metro mendukung dan mengapresiasi kerja kepolisian memberantas penyebaran berita hoax di Bumi Sai Wawai. Dimana tersangka penyebaran video hoax menggambarkan kerusuhan antara pedagang dan petugas yang disebut terjadi di Kota Metro, telah diamankan aparat.

Ketua PWI Kota Metro Rino Panduwinata mengatakan, awak media yang tergabung PWI Kota Metro siap mendukung kepolisian memberantas segala bentuk penyebaran informasi bohong atau hoaxs. Terlebih yang dapat merusak citra Kota Metro yang selalu damai.

“Bukan hanya dikasus ini saja, kami dukung polri memberantas semua bentuk informasi hoax, agar kejadian ini tidak kembali terulang,” tegasnya, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, kinerja kepolisian menangani penyebaran video hoax kerusuhan di pasar patut diapresiasi. Dimana dalam waktu yang terbilang singkat, petugas mampu mengamankan dalang penyebaran video tersebut.

“Saya monitor terus perkembangannya, karena sebagai warga asli Metro saya tahu seperti apa kota kelahiran saya, damai, tidak ada kerusuhan seperti dalam video itu. Bravo Polri,” imbuhnya.

Ia juga mengajak masyarakat Kota Metro untuk tidak mudah percaya kabar yang beredar tanpa mengkonfirmasi kebenarannya. Menurutnya, sumber yang dapat dipercaya ialah informasi yang disajikan di media massa kredibel.

“Kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kabar bohong dan bersama memerangi Hoax dengan mengkonfirmasi kembali setiap informasi yang diterima. Selain itu bisa juga mencari sumber informasi dari media massa yang kredibel serta narasumber yang dapat dipercaya,” pungkasnya.

Pasca video tersebut viral, kurang dari 2 x 24 jam, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengamankan seorang oknum guru terduga penyebar video hoax yang viral tentang kerusuhan dengan Taxtline Terminal Metro Pusat.

Kasatreskrim Polres Metro Ajun Komisaris Polisi Andri Gustami mengungkapkan, seorang terduga dalang penyebaran video hoax viral tersebut ialah pria berusia 50 tahun yang diketahui merupakan seorang tenaga pendidik.

“Sudah diamankan tim Ditreskrimsus Polda Lampung, pelaku berhasil G warga Jalan Belida, Kelurahan Yosodadi, Metro Timur. Pelaku merupakan seorang guru dengan riwat pendidikan Diploma IV Sastra,” kata Andri Gustami, Jumat (16/7/2021) malam.

Sementara, dari rekaman video berdurasi 1 menit 35 detik yang dari Kasatreskrim Polres Metro, mempertontonkan tersangka G didampingi petugas Ditreskrimsus Polda Lampung menyampaikan permohonan maaf.

“Assalamualaikum perkenalkan nama saya Guntoro pemilik akun Guntoro 21, terkait video kerusuhan yang terjadi di Terminal Metro Pusat pada tanggal 15 Juli 2021, pukul 22:00 WIB adalah video hoaks. Untuk itu, warga seluruh Lampung khususnya warga Kota Metro dan sekitarnya, saya atas nama pribadi mohon maaf, serta berjanji tidak akan mengulangi kembali,” bebernya dalam rekaman video.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti motif oknum guru tersebut menyebarkan video kerusuhan. Petugas Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hal itu, kasus tersebut kini ditangani Polda Lampung.

Diketahui video tersebut diunggah pertama kali oleh akun Facebook Guntoro 21 hingga viral dimedia sosial. Video itu sendiri merupakan kerusuhan yang terjadi di Pasar Kartini Peunayong Aceh pada 24 Mei 2021 lalu. (Red)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: