Feature Metro

Sempat Direnggut Pandemi, Simulasi PTM Kembalikan Rezeki Pedagang Jajanan

Suasana pedangan jajanan dipenuhi para siswa di masa simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Lapangan Samber, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Selasa (12/10/2021). (Adi)

METRO – Setelah hampir dua tahun lumpuh tak berjualan di kawasan pendidikan, puluhan pedagang jajanan kembali mendulang rupiah dari anak sekolah. Tentu itu menjadi berkah tersendiri yang dirasakan para pedagang sejak penerapan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Metro.

Pantauan tabikpun.com, di kawasan Samber Park, Metro Pusat misalnya, geliat jual beli pedagang jajanan mulai terlihat ramai dan laris manis dserbu pembeli. Bahkan, para pedagang jajanan pun kebanjiran pesanan konsumen yang didominasi pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Suep Priyadi (31), pedagang mie gulung mengaku senang dengan kembalinya aktifitas sekolahan yang normal. Meski masih proses simulasi, tapi dirinya merasakan keuntungan yang sebelumnya direnggut pandemi.

“Sudah tiga minggu belakangan ini normal, tapi mulai Senin kemarin ini yang ramai banget. Ya, Alhamdulillah, Bang,” katanya kepada tabikpun.com di depan UPTD SD N 1 Metro Pusat, Selasa (12/10/2021).

Ia mengaku, sebelum adanya simulasi tatap muka ini, dirinya harus berkeliling Kota Metro untuk mencari sasaran pembeli jualannya.

“Lumayan lama, Bang. Dari sebelum pandemi saya jualan. Kalo nggak ada anak sekolah, saya keliling tapi penghasilannya jauh dan kerjanya ekstra,” kisah pria beranak satu itu.

Kesempatan sama, Anto Sebor (45) penjual es teh poci merasakan hal yang sama. Ia merasa bahagia dengan kembalinya siswa ke sekolah.

“Puji Tuhan, anak sekolah kembali belajar nggak di rumah, dan cuaca juga cerah sekali belakangan ini. Semoga ini terus berlanjut, karena saya merasa kesulitan ketika nggak ada anak sekolah,” ungkapnya.

Dampak lainnya, menurut Anto ialah bisa kembali akrab dengan para siswa langganannya. Sebab, selama berjualan dirinya mengaku senang terhadap anak-anak yang semangat bersekolah.

“Saya juga merasa kesepian, Mas, kalo anak sekolah ini di rumah. Karena saya juga kan banyak langganan, biasanya sering saya nasehati tuh mereka. Sesekali saya becandain juga, biar akrab sama mereka,” ujar Anto.

Ia berharap, semua masyarakat sadar akan pentingnya Covid-19 dan mau mengikuti aturan yang ada. Karena menurutnya, masyarakat menengah ke bawah akan sangat dirugikan jika pandemi terus berlarut.

Sementara, Haikal Pratama (29) salah seolah wali murid meminta Pemerintah setempat untuk memberi edukasi kepada wali murid agar para siswa tidak jajan sembarangan serta memberikan sangsi tegas kepada siswanya jika tidak mematuhi prokes.

“Ya, karena masa simulasi juga, harusnya ada imbauan agar para siswa bisa istirahat dalam kelas saja. Atau beritahu bagaimana menghindarkan kerumunan saat jam istirahat tiba, ini juga penting untuk memastikan kesehatan bagi para siswa,” ucapnya. (Adi/AW)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: