Lampung Utara News

Seragam Honorer Satpol PP Lampura ‘Dibandrol’ Puluhan Juta

Asmara ayah salah satu pendaftar Honorer Satpol PP di Kabupaten Lampura yang mengaku tertipu saat dikonfirmasi di rumah klienya. (Adi Pratama)

Lampung Utara – Rekrutmen tenaga honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) diduga menjadi sarana oknum pejabat di Satpol PP untuk meraup keuntungan. Hal tersebut terungkap saat Asmara, salah warga Lampura mengeluhkan SK  Honorer anaknya yang tak kunjung terbit meski telah membayar puluhan juta.

Asmara mengaku, telah ditipu oleh oknum pejabat Satpol PP di Kabupaten Lampura yang menjanjikan anaknya dapat bekerja sebagai honorer Satpol PP dengan membayar sejumlah uang. Namun meski telah menyerahkan uang sebesar Rp 22 juta, hingga kini SK anaknya tak kunjung diterbitkan.

”Tanggal 29 Oktober yang lalu saya sudah serahkan uang sebesar Rp 22 Juta. Anak saya juga telah bertugas di Kecamatan Abung Selatan selama dua hari. Waktu itu menurut camat, Pak Kasat Pol-PP menelpon dirinya (Camat) untuk melarang anak saya dan temannya bertugas karena masih bermasalah,” ungkapnya, Sabtu (4/11/2017).

Asmara mengulas, anaknya dijanjikan akan menjadi Honorer Satpol PP pada Oktober lalu setelah menyerahkan uang. Dimana penyerahan uang tersebut melalui salah satu Ketua LSM sebagai mediator. Setelah dari Ketua LSM, uang itu diserahkan ke oknum Kabid di Satpol PP berinisial H kemudian diserahkan ke petinggi PolPP berinisial D.

”Saya memang terlambat menyerahkan kekurangan Rp 2 juta untuk mencukupi uang Rp 22 juta itu. Janjinya sih Jumat kemarin SPT anak saya mau dikasih. Eh molor lagi, Senin (6/11/2017) besok. Nah, kalau gini kan molor terus, jangankan mendapat SK , SPT pun tak kunjung ada,” keluhnya.

Menurutnya, belum terbitnya SPT dan SK anaknya lantaran uang yang telah diserahkanya belum diterima oleh pucuk pimpinan Satpol PP. Pasalnya, ia sempat mendengar percakakan Ketua LSM berinisial E dengan petinggi Satpol-PP berinisial D menegaskan anaknya pasti bekerja sebagai honorer Pol-PP jika tidak uang yang telah diserahkan akan dikembalikan.

“Kalau sudah begini saya hanya minta uang saya dikembalikan plus biaya pembuatan seragam Pol PP sebesar Rp 3 juta juga harus diganti,” imbuhnya.

Senada diutarakan Sunaiyah yang mengaku telah menyerahkan sejumlah uang agar anaknya dapat bekerja sebagai honorer Satpol PP. Namun setelah menyerahkan uang sebesar Rp 22,5 juta anaknya juga belum mendapatkan SK dan SPT.

“Saya ini orang susah mas, karena kepingin anak saya tidak nganggur maka saya upayakan apa saja. Termasuk belelang dan ngutang untuk bisa mencukupi jumlah yang diminta,” keluhnya seraya meminta uangnya dikembalikan.

Menurutnya, bukan hanya anaknya dan Asmara saja yang menjadi korban penipuan tersebut. Sedikitnya ada lima orang dengan jumlah uang yang diminta mencapai Rp 30 Juta lebih yang menjadi korban Honorer Satpol PP.

”Bahkan bisa jadi masih banyak lagi mas yang jadi korban seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, oknum Satpol PP berinisial D membantah tuduhan tersebut. Menurutnya hal tersebut tidak benar terjadi dan tidak pernah terjadi.

“Besok kita temu dan ngobrol-ngobrol saja. Yang pasti itu tidak benar,” tukasnya. (Adi)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: