Lampung Tengah News

Berikut Kronoligis Konflik Antar Kampung di Lampung Tengah

Pihak kepolisian berjaga-jaga di Kampung Bumi Ratu Nuban. (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Beberapa fakta konflik antar kampung di Lampung Tengah (Lamteng) berhasil dihimpun tabikpun.com. Berikut hasil rangkuman berdasarkan data pihak kepolisian sebelum terjadinya konflik di Kampung Bumi Ratu Nuban pada, Jumat (15/3/2019) dini hari.

Ratusan Massa Datang ke PN Bandarlampung

Pada, Kamis 14 Maret 2019 sekitar Pkl 09.00 WIB Perwakilan Paguyuban Pambers Lamteng ke Pengadilan Negeri Bandar Lampung untuk menghadiri sidang Putusan perkara Penganiayaan yang mengakibatkan Korban An. Alwi (Meningga Dunia) di Dusun Kebagusan, Kampung Bumi Ratu Nuban Lamteng. Sekitar 250 orang dari Kecamatan Bekri, Kecamatan Gunung Sugih, Kecamatan Kota Gajah, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kecamatan Kotagajah, Kecamatan Punggur, dan Kecamatan Bangunrejo mengendarai R2 dan R4.

Tidak Terima Putusan Sidang dan Mengajukan Banding

Pihak keluarga Yusuf Sukarji dan pihak Paguyuban Pambers merasa keberatan dan mengajukan untuk Banding atas vonis putusan persidangan. Dimana Yusuf Sukarji divonis tujuh tahun kurungan penjara dan Gideon divonis tiga tahun kurungan penjara.

Massa Ajukan Tuntutan ke Polda Lampung

Sekitar pukul 15.00 WIB, didapat informasi massa Paguyuban Pambers mendatangi Mapolda Lampung untuk menyampaikan keberatan dengan hasil putusan sidang vonis Yusuf Sukarji dan Gideon. Pada Pkl 15.30 WIB, delapan orang perwakilan massa diterima oleh Subdit 1 Reskrimum Polda Lampung.

Beberapa tuntutan disampaikan massa dalam mediasi di Ruang Subdit 1 Krimum Polda Lampung. Pertama pihak Yusuf Sukarji menginginkan pelaku pembakaran rumah dilakukan penangkapan, kedua apabila pihak kepolisian tidak segera melakuan tindak penangkapan, maka pihak simpatisan Yusuf Sukarji akan melakukan tindakan penangkapan sendiri. Ketiga, pihak Yusuf Sukarji akan membuat Laporan Polisi susulan terkait pengrusakan Gereja pada saat kejadian.

Tuntutan tersebut pun langsung ditanggapi pihak Subdit I Krimum Polda Lampung. Dimana pihak Subdit I akan melaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan dan akan segera menindak lanjuti tuntutan dari pihak Yusuf Sukarji.

Tuntutan Tidak Terpenuhi, Ribuan Massa Bergerak

Sekitar pukul 22.30 WIB, massa dari Paguyuban Panbers Lampung Tengah merasa tidak puas dengan pelaku pembakaran rumah Sukarji yang dibakar oleh massa dari Desa Bumi Ratu Kecmatan Bumiratu Nuban Lamteng mulai bergerak. Karena pelaku pembakaran sampai dengan sekarang belum ditangkap oleh pihak Polres Lamteng. Sedangkan pemilik rumah dan Dion sudah putusan pengadilan .

Pada pukul. 23.45 WIB, ribuan massa paguyuban yang berasal dari Dusun Damel Areng, gabungan dari wilyah barat, dan gabungan dari wilayah timur sudah berkumpul. Pada, Jumat (15/3/2019) sekitar pukul 00.03 WIB, massa yang diprediksi berjumlah 1.300 orang akan menyerang ke rumah pelaku pembakaran rumah Sukarji di Desa Bumiratu Induk.

Empat Rumah Jadi Sasaran

Melihat pergerakan massa, pihak berwajib dan Kodim 411/04 menempatkan ratusan anggota untuk menghalau massa. Namun sekitar pukul 01.30 WIB, situasi mulai memanas, massa yang berada di Desa Bumiratu Induk membakar empat rumah. Setengah jam kemudian dua unit mobil pemadam kebakaran tiba ke lokasi untuk memadamkan api.

Situasi Mulai Terkendali

Pada pukul. 02.30 WIB, massa dari Pambers dan masyarakat berangsur berkurang dan kembali ke rumah pimpinan kelompok masing-masing. Pada pukul 03.00 WIB diadakan mediasi ke pihak massa tokoh adat Kampung Bumi Ratu Nuban yang dihadiri Wakapolda Lampung, Dandim 0411/LT, Kapolres Lamteng, Kepala Kampung Bumi Ratu Nuban,Tokoh Adat, dan masyarakat Bumi Ratu Nuban.

Pada pukul 04.00 WIB situasi sudah kodusif, massa dari dua belah pihak sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Namun untuk pejabat TNI dan Polri masih tetap di lokasi kejadian, sebagai antisipasi situasi. (Red)

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

PASANG IKLAN ANDA DISINI