Kuliner News Tanggamus

Sebanyak 44 Warga Gunung Alif Keracunan Makanan

Tanggamus – Jajaran Polsek Talang Padang mengecek peristiwa keracunan massal di pekon Penanggungan, Kecamatan Gunung Alip kabupaten Tanggamus, Jumat (7/7/17).

Kapolsek Talang Padang, AKP Yoffi Kurniawan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, SIK. MSI, menjelaskan, tindakan kepolisian setelah menerima laporan dugaan keracunan makanan, melakukan pengeceka TKP, memeriksa korban dan saksi-saksi, mengamankan sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus.  Menurut keterangan koordinator penanganan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Bambang Sutedjo, warga yang diduga mengalami keracunan berjumlah 44 orang dengan perincian 40 orang rawat jalan (kondisinya membaik) dan 4 orang sekira pukul 14.00 WIB dirujuk ke Puskesmas Talangpadang untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Identitas 4 orang warga dalam perawatan Puskesmas Talang Padang, Hidayati (40), Merlinda (18), Nalfalila (5) dan Seli (3) seluruhnya beralamat di pekon Penanggungan kecamatan Gunung Alip”, jelas AKP Yoffi Kurniawan.

Lebih lanjut Kapolsek menerangkan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, bahwa pada Kamis (6/7/17) pukul 18.30 WIB di rumah salah satu warga setempat, Sumanta berlangsung acara syukuran pemberian nama cucunya yang baru lahir diikuti sekitar 50 orang warga sekitarnya.

“Setelah selesai acara warga yang ikut acara diberikan bungkusan (besek) yang berisikan nasi, ayam dan lauk pauk untuk dibawa pulang”, ujarnya.

Sebagian warga yang setelah sampai dirumahnya memberikan nasi besek tersebut kepada anggota keluarganya kemudian setelah 5-10 menit setelah mengkonsumsinya tersebut mengalami mual dan muntah – muntah.

Dari keterangan bidan desa penanggungan, Jujuk Juariyah Jumat (7/7) sekira pukul 09.30 WIB, warga mulai berdatangan untuk berobat karena mengalami sakit dengan gejala pusing, mual dan muntah yang menurut keterangannya setelah mengkonsumsi nasi besek dari acara riungan di kediaman Sumanta.

“karena banyaknya pasien yang mengalami keluhan yang sama dan dari makanan yang sama kemudian Bidan Desa melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus”, imbuhnya.

Menyikapi kejadian tersebut Dinas Kesahatan Tanggamus mengambil tindakan dengan membuat Posko pengobatan, melakukan pengobatan korban yang diduga keracunan dan mengambil sampel makanan yang akan dilakukan uji laboratorium.

“Sampai dengan saat ini Posko pengobatan di pekon Penanggungan masih membuka pelayanan apabila masih adanya warga yang mengalami keluhan yang sama akibat diduga keracunan makanan”,pungkasnya.

( Nanang)

IKLAN

iklan kpu way kanan

IKLAN

metro

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

mesuji

IKLAN

 kapolres tanggamus-001.jpg

IKLAN

kapolsek gading rejo

IKLAN

kapolsek pugung

IKLAN

dprd lamteng