Hukum & Kriminal Lampung Tengah

Tim Anti Bandit Bekuk 4 Pelaku Pencuri Travo Listrik

TABIKPUN, GUNUNGSUGIH- Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Tengah, berhasil membekuk Empat pelaku pencurian travo listrik. Keempat pelaku ditangkap saat akan melakukan aksinya Kamis (28/4) lalu di Kampung Bangunrejo, Kecamatan Kecamatan Gunung Sugih.

Para pelaku merupakan warga Lampung Timur dengan inisial IS (41), ED (38), EK (32), dan HR (46). Dalam menjalankan aksinya keempat mereka mengaku diperintah seseorang dengan inisial (MR) yang saat ini masih dalam pengejaran kepolisian.

Kasatreskrim Ajun Komisaris, Harto Agung Cahyono mengatakan, keempat pelaku ditangkap saat sedang memotong travo dan tracker listrik sekitar pukul 15.30 wib. Akibat ulah mereka, diperkirakan pemerintah mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.

Modus yang digunakan para pelaku adalah dengan berpura-pura sebagai petugas PLN. Dengan layaknya petugas listrik profesional ketiganya berhasil memperdaya masyarakat dengan bekerja mempergunakan perlengkapan lengkap serta dilakukan pada siang hari.

“Kita masih terus melakukan pengembangan perkara, termasuk mencari MR, orang yang katanya memerintah mereka. Berdasarkan laporan warga, ada sejumlah aktivitas sejumlah orang yang sengaja memotong travo dan tracker listrik di Kotagajah dan Gunungsugih,” terang Harto Agung Cahyono saat menggelar ekspose perkara, dihalaman mapolres setempat.

Selain barang bukti travo dan tracker polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seperti gergaji besi, tambang, dan satu unit mobil pick up yang digunakan untuk mengangkut hasil curian. Polisi menduga, keempatnya merupakan sindikat pencurian travo listrik yang selama ini sering terjadi.

Berdasarkan data kepolisian, setidaknya para pelaku sudah beraksi di dua tempat kejadian perkara (TKP). Untuk memperdalam perkara, polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna membongkar adanya sindikat lain yang mempunyai modus sama dengan keempat pelaku.

Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan laporan, jika mengetahui adanya orang-orang yang dengan sengaja merusak atau mencuri perlengkapan tower listrik, baik travo dan tracker. Jika ulah mereka masih berlanjut, polisi khawatir aliran listrik ke rumah rumah warga pun turut terganggu.

“Kita jerat para pelaku dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara Is, salah seorang pelaku mengatakan, ia dan ketiga rekan lainnya sengaja memotong travo dan tracker listrik karena menurut MR (orang yang diduga menyuruh keempat pelaku) perlengkapan tower listrik itu sudah tidak lagi berfungsi.

“Kami ya disuruh MR mengambil. Kami tidak berani juga kalau tidak ada jaminan makanya kami berani mengambil siang hari, tapi ternyata tidak ada ijinnya, kami tidak tahu kalau itu (memotong travo dan tracker) salah. Kami juga baru satu kali ini (mencuri travo),” tandasnya.

Mereka menjelaskan, pembagian keuntungan baru bisa didapat setelah barang curian berhasil dijual. Saat dikonfirmasi kemana hendak barang itu dijual ketiganya mengaku tidak tahu. Berdasarkan perintah MR perlengkapan listrik yang akan diambil di daerah Kotagajah, Gunung Sugih dan sekitarnya. (Mozes)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: