Metro News

Bersama Pengurus PWI Metro, Peserta UKW XXI Kupas Materi Ujian

Tanya jawab para peserta dan pengurus PWI Metro menghidupkan belajar bersama jelang UKW XXI di Kantor PWI Metro. (Angga)

METRO – Semangat para calon peserta UKW XXI yang akan digelar PWI Kota Metro Desember mendatang mulai terlihat. Tak ingin gagal, para peserta bersama pengurus PWI Kota Metro yang telah lulus UKW dari jenjang Muda, Madya, dan Utama bersama mengupas materi yang diujikan di Kantor PWI Metro, Jumat (8/11/2019).

Sebelum masuk materi UKW, para peserta  didominasi jenjang Muda tersebut disuguhkan dengan stlyle pakem penulisan berita, yaitu 5W + 1H. Materi yang dijabarkan Kabiro SKH Koridor Kota Metro Husni Hasbullah menitikberatkan peserta agar memahami komposisi 5W+1H.

“Kalau kalian sudah paham apa, dimana, kapan, siapa, kenapa, dan bagaimana, sudah pasti jadi berita itu. Jadi harus di luar kepala 5W+1H ini untuk seorang wartawan,” tegas Husni kepada peserta.

Setelah memahami unsur tersebut, lanjut dia, barulah memahami penulisan berita yang mencakup kosakata dan tanda baca. Karena dalam sebuah berita harus memenuhi standar kata baku dan tanda baca yang baik dan benar.

“Juga harus dipahami kalau dalam berita itu ada kalimat langsung dan tak langsung. Kalian harus bisa membedakannya. Jangan ngaku jurnalis kalau tidak bisa membedakan itu,” sindirnya.

Usai pemaparan dasar pembuatan berita, materi dilanjutkan oleh Dedy Syaputra selaku Redaktur  sebagai SekretarCyberlampung.com. Sekretaris panitia Pelaksana UKW XXI PWI Metro ini juga memaparkan materi jejaring yang akan diujikan dalam UKW.

“Jejaring ini bukti seperti ada hubungan kalian dengan narasumber. Nanti akan diminta 20 daftar nomor telepon yang harus bisa dihubungi. Diberi kesempatan 3 kali menelepon. Kalau sekali saja menelepon narasumber diangkat alhamdulillah, tetapi kalau sampai 3 kali menelepon narasumber berbeda tidak diangkat ya wassalam,” guraunya.

Ia menyarankan, peserta dapat memasukan daftar narasumber yang berasal dari unsur Forkopimda. Seperti kepala daerah, Kepala Kejaksaaan, Kapolres, Ketua DPRD, dan Dandim.

“Kemudian di pangkat yang dibawahnya, seperti kepala dinas, Kasat, Kapolsek, Asisten, Ketua Komisi DPRD, atau Kasi Kejaksaan. Jangan semua daftar diisi camat, lurah, atau RT. Lebih bagus lagi narasumber yang tidak biasa, seperti gembok rampok atau bandar narkoba,” bebernya.

Usai pemaparan materi jejaring, para peserta secara langsung mempraktekkan membuat lead berita berdasarkan 5W+1H. Dimana materi kisi berita diberikan oleh Ketua PWI Metro Abdul Wahab.

“Peserta diberi waktu 3 menit untuk merangkai kata menjadi lead berita. Dengan standart penilaian 1-100. Agar diketahui seperti apa progres dari diklat hari ini,” tukasnya. (Red)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: