Metro News

Soal Pembangunan, Dalam Diskusi Milenial Muncul Ungkapan Penuh Sajian Minim Kajian

diskusi milenial ditutup dengan foto bersama antara narasumber dan perwakilan dari setiap organisasi mahasiswa dan pemuda. (Ga)

METRO – Diskusi Milenial bertema “Proyeksi dan Refleksi Mahasiwa Untuk Kemajuan Kota Metro” sukses dihelat Pimpinan Cabang (PC) Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia (KMHDI) di Cafe Mama, Sabtu (13/7/2019) malam.

Meski Kepala Disporapar Tri Hendriyanto ST., M.M., selaku narasumber berhalangan hadir dan diwakilkan Kasi Pariwisata Parno Setiawan, antusias generasi milenial dari oraganisasi kemahasiswaan serta kepemudaan amat terasa dengan ramainya mengangkat tangan saat sesi tanya jawab dibuka.

Usai Ketua PC KMHDI Kota Metro Periode 2016-2018 I Putu Setiawan dan Aktivis Mahasiswa M Ridho Syahputra serta Kasi Pariwisata Parno Setiawan selaku narasumber memaparkan pikiran dan gagasan, Anggota PC KMHDI Made Iin Pratiwi sebagai moderator membuka termin pertama dengan tiga pertanyaan.

Diantara tiga peserta yang bertanya, muncul satu ungkapan yang cukup menyindir perencanaan pembangunan oleh pemerintah. Dimana pembangunan infrastruktur di Bumi Sai Wawai saat ini dinilai hanya mementingkan sajian namun minim kajian.

“Pembangunan saat ini terkesan lebih menitikberatkan kepada sajian bukan kajian. Seperti panggung di Samber Park yang kecil sekali. Tidak menarik hingga tidak mampu menarik euforia masyarakat. Kenapa selalu menghabiskan anggaran untuk membangun infrastruktur yang malah menurunkan sebagai sebuah kota,” tanya Affandi Atmanegara dari DPD KNPI Kota Metro

Affandi juga menyesalkan tidak hadirnya Kepala Disporapar selaku pemangku kebijakan di dinas terkait untuk menjawab pertanyaan peserta diskusi. Tidak hadirnya Kadisporapar seolah membenarkan persepsi bahwa pemerintah anti terhadap pemuda.

“Tidak kurang masukan dari teman-teman mahasiswa, tetapi pertanyaanya sejauhmana pemikiran tersebut ditindaklanjuti oleh dinas terkait? Karena dengan anggaran Rp 10 miliar untuk membangun Samber Park, tidak terlihat kemegahan yang selaras dengan anggaran yang dihabiskan,” sindirnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kasi Pariwisata Parno Setiawan mengaku, pembangunan Samber Park sudah disesuaikan dengan visi misi Kota Metro. Mulai dari disediakan panggung untuk pementasan, spot bermain untuk anak-anak, dan tempat berdagang untuk mendukung ekonomi kerakyatan.

“Sehingga saat berkunjung ke Samber Park mendapatkan semua yang diinginkan. Tentunya kami pun meminta kepada mahasiswa untuk memberikan saran dan ide-ide kreatif untuk kedepannya,” paparnya.

Kemudian M Ali Nurdin perwakilan dari IMM Kota Metro mempertanyakan sejauhmana support Disporapar kepada kepemudaan atau mahasiswa. Karena dari pada untuk seremonial, lebih baik Dispora memfasilitasi OKP untuk menggelar diskusi seperti ini.

“Dengan begitu, mahasiswa dapat memberikan pergerakan baru untuk menyumbang saran dan pemikiran,” katanya.

Sementara Kasi Pariwisata Parno Setiawan mengaku, bahwa masih banyak PR yang harus dibenahi terkait program antara dinas dan OKP. “Kesempatan ini Disporapar juga meminta agar mahasiswa dapat memberikan sumbang saran terkait fungsi gedung Disporapar ke depan, apakah menjadi tempat diskusi mahasiswa atau seperti apa,” tukasnya.

Setelah berakhir termin pertama dengan tiga pertanyaan, moderator membuka termin kedua dengan dua pertanyaan untuk menutup diskusi. Usai dua pertanyaan dijawab, diskusi milenial ditutup dengan foto bersama antara narasumber dan perwakilan dari setiap organisasi mahasiswa dan pemuda. (Ga)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

%d blogger menyukai ini: